
Terbuka membawa sejahtera. Setidaknya ungkapan ini benar-benar ingin di buktikan oleh masyarakat Desa Tanjung Makmur. Untuk itu, berbagai terobosan dalam mengelola transparansi program menjadi fokus yang berjalan beriringan dengan kesuksesan kegiatan lainnya. Masyarakat berharap kampanye “zero tolerance of corruption” bisa terwujud.
Desa
Tanjung
Makmur merupakan salah satu desa pemekaran yang secara administratif
berada di Kecamatan Merlung. Sebagaimana desa lainnya yang
berpartisipasi dalam
PNPM-MPd Desa Tanjung Makmur juga melaksanakan tahapan kegiatan mulai
dari perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian kegiatan dilaksanakan
secara terbuka dan
melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu indikator pelibatan
masyarakat
adalah adanya pengawasan yang dilakukan masyarakat terhadap kegiatan dan
proses
PNPM-MP serperti di desa tanjung makmur
Kecamatan Merlung telah aktif memasang kotak saran dan pengaduan di
kantor desa.
Pelaksanaan
kegiatan PNPM-MPd tahun 2013 banyak menuai pengaduan terhadap proses
pelaksanaan PNPM-MP terutama pada kegiatan fisik, dituangkan dalam bentuk
pengaduan yang disampaikan secara tertulis dimasukkan dalam kotak saran yang
ada di desa yang ditujukan kepada pelaku-pelaku PNPM-MP di tingkat desa (TPK, pihak
aparat desa, pihak-pihak terkait).
Munculnya
pengaduan dan masyarakat Desa Tanjung Makmur pada kegiatan pembangunan posyandu
integrasi PAUD justru dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi terhadap apa yang
telah dilakukan serta kesesuaian pelaksanaan dengan prinsip dan tujuan PNPM-MP
sehingga dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan serta akan lebih
memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat ,khususnya di kecamatan merlung.
Pengaduan
yang muncul jika dilhat dari asal dan subtansinya sangat beragam, salah satu
contohnya yaitu pelaksanaan fisik (penempatan lokasi bangunan, Berita Acara
Revisi (terkait dengan volume). Hal ini bisa
di asumsikan bahwa masyarakat masih antusias dan bersemangat terhadap hal-hal
yang dianggap kurang sesuai dengan selera masyarakat terkait dengan PNPM-MP dan
sebagai pembelajaran sikap kritis masyarakat terhadap persoalan-persoalan yang
terjadi di lingkungan desanya.
Selain
itu,
munculnya berbagai p0engaduan juga bisa diasumsikan masih rendahnya
pengetahuan warga terhadap aturan dan proses di program, karena
warga desa Tanjung makmur masih pemain
baru dalam PNPM-MP.
Penanganan
yang di lakukan terhadap pengaduan masyarakat telah dilakukan secara berjenjang
sesuai dengan ruang lingkup dan cakupan masalah yang muncul. Target utama dari
pengelolaan pengaduan ini adalah upaya menegakkan semangat zerro tolerance of corruption.
Sehubungan
dengan hal tersebut menjadi sangat perlu dilakukan Pengelolaan Kotak Saran dan
pengaduan secara optimal terutama pada masyarakat awam yang belum bisa
menyalurkan aspirasinya secara teknologi (Melalui SMS, Website pada media yang
ditempelkan pada papan informasi dan spanduk, baliho yang terpasang di
tempat-tempat umum). (Hasan/FK Merlung)





Post a Comment